Pemeriksaan Diagnostic System
Pernapasan
Pemeriksaan yang Dilakukan
|
Keterangan dan hasil yang diharapkan
|
Tindakan Keperawatan
|
PEMERIKSAAN DARAH
|
||
Hemoglobin
|
Untuk mengetahui jumlah hemoglobin yang dapat
berikatan dengan oksigen. Diambil dari darah vena. Nilai normal pada
laki-laki dewasa 13,5-18 g/dl (135-180 g/L), nilai normal perempuan dewasa
12-16 g/dl (120-160 g/L)
|
Menjelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan.
|
Hematokrit
|
Untuk mengetahui rasio sel darah merah didalam
plasma. Hematokrit meningkat (policitemia) ditemukan pada hipoksemia kronik.
Diambil dari darah vena. Nilai normal pada laki-laki dewasa 40%-54%
(0,40-0,54), normal pada perempuan dewasa 38%-47% (0,88-0,47)
|
Menjelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan.
|
ABG’s
|
Darah arteri diambil melalui penusukan pada arteri
radial/femoral dengan menggunakan kateter arteri. Tes ABG dilakukan
untuk mengetahui keseimbangan asam basa, status ventilasi, kebutuhan akan
terapi oksigen, perubahan pada terapi oksigen atau perubahan pada pengaturan
ventilator. Monitoring lanjutan ABG bisa dilakukan melalui sensor atau
elektroda yang dimasukkan ke dalam kateter arteri.
|
diIndikasikan kepada pasien yang menggunakan
oksigen (dengan persentase L/min). Hindari perubahan dalam terapi
oksigen atau intervensi (seperti suksion, perubahan posisi). Untuk 20 menit
sebelum pengambilan sampel. Kaji dengan Pengaturan posisi (seperti tangan
terbuka, siku hiperekstensi penuh jika yang digunakan arteri radial). Darah
yang diambil di masukkan kedalam spuit yang sudah dilumuri heparin. Hindari
semua gelembung udara dan letakkan sample dalam es, kecuali jika sampel akan
dianalis kurang dari satu menit. Berikan penekanan pada arteri selama 5
menit setelah specimen diambil utk mencegah hematoma pada penusukan area
arteri.
|
Oximetri
|
Untuk memonitor saturasi oksigen di arteri dan vena.
Untuk mengetahuinya alat dipasang didaun telinga, ujung jari atau hidung
untuk memonitor SpO2 atau melanjutkan pada kateter pulmonary untuk memonitor
SvO2. Oksimetri digunakan untuk monitor yang berkelanjutan atau yang terputus
dan exercise tes
|
Pasang alat. Ketika menginterpetasi nilai SpO2 dan
SvO2 terlebih dahulu kaji status pasien dan adanya faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi keakuratan pembacaan denyut oksimeter. untuk SpO2 hal ini
meliputi pergerakan, perfusi lemah, ekstremitas dingin, warna kulit,
perubahan warna intravaskuler, ujung kuku, warna kulit pucat,
karbonmonoksida, dan tingkatan anemia. Untuk SvO2 ini meliputi perubahan pada
pengangkutan O2 atau penggunaan O2. Untuk SpO2 tandai pemberian perawatan
pada lebih kurang 4% perubahan dari dasar atau penurunan sampai < 90%.
Untuk SvO2 tandai pemberian perawatan atau sampai kurang <60% |