#PopularPosts1 .widget-content{ height:200px;overflow:auto;}

Jumat, 13 November 2015

peeriksaaan diagnostic system pernafasan

Pemeriksaan Diagnostic System Pernapasan
Pemeriksaan yang Dilakukan
Keterangan dan hasil yang diharapkan
Tindakan Keperawatan
PEMERIKSAAN DARAH
Hemoglobin
Untuk mengetahui jumlah hemoglobin yang dapat berikatan dengan oksigen. Diambil dari darah vena. Nilai normal pada laki-laki dewasa 13,5-18 g/dl (135-180 g/L), nilai normal perempuan dewasa 12-16 g/dl (120-160 g/L)
Menjelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan.
Hematokrit
Untuk mengetahui rasio sel darah merah didalam plasma. Hematokrit meningkat (policitemia) ditemukan pada hipoksemia kronik. Diambil dari darah vena. Nilai normal pada laki-laki dewasa 40%-54% (0,40-0,54), normal pada perempuan dewasa 38%-47% (0,88-0,47)
Menjelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan.
ABG’s
Darah arteri diambil melalui penusukan pada arteri radial/femoral dengan menggunakan  kateter arteri. Tes ABG dilakukan untuk mengetahui keseimbangan asam basa, status ventilasi, kebutuhan akan terapi oksigen, perubahan pada terapi oksigen atau perubahan pada pengaturan ventilator. Monitoring lanjutan ABG bisa dilakukan melalui sensor atau elektroda yang dimasukkan ke dalam kateter arteri.
diIndikasikan  kepada pasien yang menggunakan oksigen  (dengan persentase L/min). Hindari perubahan dalam terapi oksigen atau intervensi (seperti suksion, perubahan posisi). Untuk 20 menit sebelum pengambilan sampel. Kaji dengan Pengaturan posisi (seperti tangan terbuka, siku hiperekstensi penuh jika yang digunakan arteri radial). Darah yang diambil di masukkan kedalam spuit yang sudah dilumuri heparin. Hindari semua gelembung udara dan letakkan sample dalam es, kecuali jika sampel akan dianalis kurang dari satu menit. Berikan penekanan pada arteri  selama 5 menit setelah specimen diambil utk mencegah hematoma pada penusukan area arteri.
Oximetri
Untuk memonitor saturasi oksigen di arteri dan vena. Untuk mengetahuinya alat dipasang didaun telinga, ujung jari atau hidung untuk memonitor SpO2 atau melanjutkan pada kateter pulmonary untuk memonitor SvO2. Oksimetri digunakan untuk monitor yang berkelanjutan atau yang terputus dan exercise tes
Pasang alat. Ketika menginterpetasi nilai SpO2 dan SvO2 terlebih dahulu kaji status pasien dan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keakuratan pembacaan denyut oksimeter. untuk SpO2 hal ini meliputi pergerakan, perfusi lemah, ekstremitas dingin, warna kulit, perubahan warna intravaskuler, ujung kuku, warna kulit pucat, karbonmonoksida, dan tingkatan anemia. Untuk SvO2 ini meliputi perubahan pada pengangkutan O2 atau penggunaan O2. Untuk SpO2 tandai pemberian perawatan pada lebih kurang 4% perubahan dari dasar atau penurunan sampai < 90%. Untuk SvO2 tandai pemberian perawatan atau sampai kurang <60%